Kamis, 26 Februari 2026 – Memasuki hari ke-8 bulan suci Ramadhan 1447 H, aparatur Pengadilan Agama (PA) Sibuhuan kembali menggelar agenda rutin bintal (pembinaan mental) selepas shalat Zhuhur berjamaah. Kegiatan yang berlangsung di ruang utama musholla ini menjadi ajang refleksi diri bagi seluruh jamaah mengenai sisa usia yang dimiliki.

Petugas yang mengawal jalannya peribadatan hari ini adalah Adzan & MC: Idaham Kholid Siregar, Imam Shalat: Muhammad Sarkawi, S.H.I. dan Pemateri Kultum: YM. Muhammad Farhan Fuadi, S.H. Dalam tausiyahnya, YM. Muhammad Farhan Fuadi, S.H. membedah kandungan mendalam dari Surah Al-Ashr ayat 1-3. Beliau menekankan pentingnya manusia memahami dua dimensi waktu yang sedang dijalani:
-
Al-Ashr (Masa Hidup): Merupakan rentang waktu yang dilalui manusia sejak helaan nafas pertama saat lahir hingga hembusan nafas terakhir saat meninggal dunia.
-
Al-Ajal (Batas Akhir): Mengingatkan jamaah bahwa setiap sesuatu pasti memiliki masa berakhirnya, termasuk kesempatan hidup di dunia.
-
Hakikat Kerugian: Beliau menjelaskan bahwa Allah SWT telah bersumpah demi waktu bahwa manusia benar-benar berada dalam kerugian. Namun, kerugian tersebut dapat dihindari hanya dengan empat syarat utama. Pertama, Memiliki keimanan yang kokoh. Kedua, Senantiasa melakukan amal shaleh. Ketiga, Saling menasehati dalam kebenaran. Terakhir, Saling menasehati dalam kesabaran.
Sebagai penutup yang menyegarkan suasana, pembawa acara memberikan sebuah pantun ajakan untuk mengisi waktu Ramadhan dengan kegiatan bermanfaat:
Kue bolu rasa pandan, Bikin kuenya di tempat BG Anwar. Daripada melamun saat Ramadan, Mending kita tadarusan.
Demikian laporan kegiatan hari ini. Semoga materi yang disampaikan menjadi pengingat bagi kita semua untuk tidak menyia-nyiakan waktu yang tersisa di bulan mulia ini. Selamat melanjutkan ibadah puasa hari ke-8.
Sibuhuan, 26 Februari 2026 – Sebuah kabar menyejukkan datang dari ruang mediasi Pengadilan Agama (PA) Sibuhuan. Di tengah padatnya agenda persidangan, satu perkara Cerai Talak dengan nomor 61/Pdt.G/2026/PA.Sbh berakhir dengan pencapaian tertinggi dalam proses hukum, yakni Kesepakatan Damai. Keberhasilan ini menjadi istimewa karena proses mediasi dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Agama Sibuhuan yang bertindak sebagai Hakim Mediator. Dengan pendekatan yang persuasif, humanis, dan penuh kearifan, beliau berhasil menyentuh hati para pihak yang berperkara untuk mengurungkan niat berpisah dan memilih kembali merajut tali rumah tangga.

Dalam proses yang berlangsung pada hari Kamis (26/02) tersebut, Mediator menekankan pentingnya menjaga keutuhan keluarga serta dampak psikologis yang mungkin timbul jika perceraian terjadi. Setelah melalui diskusi mendalam dan pertukaran pikiran yang cukup panjang, Pemohon dan Termohon akhirnya sepakat untuk Mencabut permohonan cerai talak, Saling memaafkan dan memperbaiki komunikasi dan Berkomitmen untuk membina kembali rumah tangga yang lebih harmonis.
Ketua PA Sibuhuan dalam keterangannya menyampaikan bahwa mediasi bukan sekadar prosedur formalitas dalam persidangan, melainkan jantung dari penyelesaian sengketa di Pengadilan Agama.
"Tujuan utama kita adalah mendamaikan. Tidak ada kebahagiaan yang lebih besar bagi seorang Mediator selain melihat sepasang suami istri pulang dengan senyum dan komitmen untuk bersatu kembali," ujar beliau.
Keberhasilan mediasi dengan nomor perkara 61/Pdt.G/2026/PA.Sbh ini menambah catatan prestasi PA Sibuhuan dalam meningkatkan rasio keberhasilan mediasi. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa dengan mediator yang tepat dan niat baik dari para pihak, pintu perdamaian selalu terbuka lebar. Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi para pihak lainnya bahwa perceraian bukanlah satu-satunya jalan keluar, dan perdamaian adalah kemenangan bagi semua pihak.
Rabu, 25 Februari 2026 – Memasuki pertengahan minggu kedua bulan suci Ramadhan 1447 H, aparatur Pengadilan Agama (PA) Sibuhuan kembali melaksanakan rangkaian ibadah rutin Shalat Zhuhur berjamaah yang dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah singkat (kultum). Kegiatan ini bertujuan untuk terus memupuk spiritualitas dan kualitas ibadah di bulan yang penuh kemuliaan ini.

Kegiatan hari ini dipandu dan diisi oleh Adzan & Pembawa Acara yaitu Anwar Sadat Hasan Harahap, Imam Shalat yaitu YM. Muhammad Farhan Fuadi, S.H. dan Pemateri Kultum: YM. Rahmat Hartanto, S.H. Dalam tausiyahnya, YM. Rahmat Hartanto, S.H. mengajak jamaah untuk merenungkan kembali tujuan penciptaan manusia, yaitu semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT. Beliau menekankan bahwa Ramadhan adalah bulan dengan kemuliaan tertinggi dibandingkan bulan-bulan lainnya, sehingga momentum ini harus dimanfaatkan secara maksimal.
Mengutip pemikiran Imam Al-Ghazali, beliau memaparkan bahwa terdapat tiga tingkatan orang yang menjalankan ibadah puasa:
1. Puasa Orang Awam (Shaumul ‘Umum): Tingkatan terendah di mana seseorang hanya mampu menahan diri dari makan, minum, dan syahwat. Sayangnya, banyak orang yang hanya berada di level ini sehingga mereka hanya mendapatkan rasa lapar dan haus saja tanpa esensi pahala yang sempurna.

2. Puasa Orang Khusus/Shalih (Shaumul Khushush): Puasa ini dilakukan oleh orang-orang shalih yang tidak hanya menahan lapar, tetapi juga mampu menjaga panca inderanya. Mereka mencegah mata dari memandang yang haram, lisan dari berbohong atau menggunjing, serta menjaga perbuatan dari hal yang sia-sia.
3. Puasa Orang Khusus dari yang Khusus (Shaumul Khushushil Khushush): Ini adalah tingkatan teristimewa. Pelakunya adalah mereka yang mampu mendekatkan diri sepenuhnya kepada Allah, di mana hati dan pikirannya telah terlepas dari urusan duniawi dan hanya terfokus kepada Sang Pencipta.
"Jangan sampai kita berpuasa namun hanya mendapatkan lapar dan dahaga. Mari kita berupaya naik kelas, dari puasa awam menuju puasa yang khusus agar ketaqwaan kita semakin sempurna di sisi Allah SWT."
Demikian laporan kegiatan Ramadhan hari ini. Semoga materi yang disampaikan dapat menjadi motivasi bagi seluruh aparatur untuk terus meningkatkan kualitas puasanya. Selamat menjalankan ibadah puasa hari ke-7.
Selasa, 24 Februari 2026 – Memasuki hari ke-6 puasa Ramadhan 1447 H, Pengadilan Agama (PA) Sibuhuan kembali menggelar rangkaian kegiatan ibadah rutin siang hari yang diikuti oleh pimpinan dan seluruh aparatur. Kegiatan yang berlangsung di Musholla kantor ini berjalan dengan khidmat dan penuh antusiasme.

Rangkaian ibadah hari ini dipandu oleh para petugas yaitu Adzan & Pembawa Acara oleh Toga Muda Nst, S.H., Imam Shalat Zhuhur yaitu YM. Rahmat Hartanto, S.H. dan Pemateri Kultum yaitu YM. Andi Permana, S.H., M.H. Dalam kultumnya, YM. Andi Permana, S.H., M.H. menyampaikan materi mendalam bertajuk "Ketuk Pintu Langit: Berburu Waktu Mustajab Saat Doa Tak Tertolak". Beliau menekankan bahwa bulan Ramadhan adalah musim di mana doa-doa bertebaran dan pintu langit terbuka lebar bagi hamba-Nya.
Berikut adalah poin-poin utama tausiyah beliau:
-
Zona Mustajab Sepanjang Hari: Berdasarkan hadits riwayat Ibnu Majah, doa orang yang berpuasa tidak akan tertolak hingga ia berbuka. Ini berarti sejak pagi hingga senja, seorang mukmin berada dalam "zona mustajab" yang seharusnya diisi dengan harapan, bukan sekadar bermalas-malasan atau mager.
-
Kedekatan Allah dengan Hamba-Nya: Mengutip Surah Al-Baqarah ayat 186, beliau menjelaskan bahwa posisi ayat tentang doa yang berada di tengah ayat puasa menunjukkan betapa eratnya hubungan antara puasa dan pengabulan doa.
-
Investasi Doa: Berdoa di bulan Ramadhan adalah bentuk "menabung" atau investasi untuk kebaikan di masa depan. Beliau mengingatkan bahwa Allah pasti menjawab doa hamba-Nya dalam tiga bentuk: dikabulkan segera, ditunda untuk di akhirat, atau dijauhkan dari keburukan yang setara
-
Momentum Qiyamul Lail: Selain saat berpuasa, waktu di senja hari dan saat melakukan shalat malam (qiyamul lail) merupakan kesempatan dialog paling dekat antara hamba dengan Sang Pencipta.
"Jangan pernah lelah berdoa, karena Allah tidak pernah lelah mendengar. Ketuklah pintu langit dengan adab dan kesungguhan, terutama di bulan yang penuh berkah ini," pungkas beliau dalam menutup tausiyahnya.
Setelah itu dilanjutkan dengan tadarrus Al -Qu'an sesuai dengan kelompoknya masing - masing. Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh aparatur PA Sibuhuan diberikan kekuatan dalam menjalankan sisa bulan Ramadhan dengan amal yang lebih baik. Selamat menjalankan ibadah puasa hari ke-6.
Senin, 23 Februari 2026 – Suasana khusyuk menyelimuti rangkaian kegiatan ibadah Ramadhan hari ini. Mengusung semangat perubahan, kegiatan diawali dengan kumandang adzan yang syahdu dan ditutup dengan pesan mendalam mengenai hakikat hijrah di bulan suci. Kegiatan berjalan dengan khidmat berkat bimbingan para petugas berikut. Bertindak sebagai pembawa acara yaitu Ali Nasri Harahap, S.H., bertindak sebagai Muadzin yaitu Ali Nasri Harahap, S.H., bertindak sebagai Imam Shalat yaitu YM. Andi Permana, S.H., M.H. dan Pemateri Kultum yaitu Ibu Ketua Pengadilan Agama Sibuhuan.

Dalam kultum yang disampaikan oleh Ibu Ketua, beliau menekankan bahwa Ramadhan adalah titik balik bagi setiap Muslim untuk melakukan transformasi diri. Berikut adalah poin-poin utama yang disampaikan:
-
Definisi Orang Baik: Tolok ukur kebaikan seseorang adalah ketika hari ini ia jauh lebih baik daripada hari kemarin.
-
Momen Emas: Tidak ada waktu yang lebih tepat untuk memulai langkah baru dalam kebaikan selain di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.
-
Perbaikan Ibadah: Beliau mengajak jamaah untuk berhenti menunda sholat dan mulai mengakrabkan diri kembali dengan Al-Qur'an. "Perbaiki sholatmu, maka Allah akan memperbaiki hidupmu," pesannya.
-
Zikir dan Istigfar: Mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa membasahi lidah dengan zikir dan memohon ampunan (istigfar).
-
Esensi Puasa: Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sekolah bagi jiwa untuk melatih kesabaran, kepedulian, dan keikhlasan kepada sesama.
"Ramadhan adalah jembatan hijrah. Mari melangkah melaluinya untuk menjadi pribadi yang lebih bertakwa dan bermanfaat bagi orang lain."

Setelah itu dilanjutkan dengan tadarrus Al - Qur'an sesuai dengan kelompok yang sudah ditentukan. Demikian laporan kegiatan hari ini. Semoga setiap langkah kita menuju masjid dan setiap ayat yang kita baca menjadi pemberat timbangan amal di akhirat kelak. Selamat menjalankan ibadah puasa 1447 H.