Rabu, 11 Maret 2026 – Memasuki hari ke-21 bulan suci Ramadhan 1447 H, aparatur Pengadilan Agama (PA) Sibuhuan kembali melaksanakan agenda rutin pembinaan mental (bintal) setelah Shalat Zhuhur berjamaah di Musholla kantor. Kegiatan hari ini menyoroti pentingnya kebersihan hati dan integritas antara ucapan dan perbuatan. Rangkaian ibadah dan kultum hari ini dipandu oleh Adzan & MC: Ashan panggabean, Imam Shalat: Herizal Hasibuan, S.H.I., M.H. dan Pemateri Kultum: Annisarti Siregar, S.IIP.

Dalam tausiyahnya, Ibu Annisarti Siregar, S.IIP. memaparkan materi reflektif mengenai penyakit hati yang sering tidak disadari oleh seorang hamba, terutama terkait perasaan merasa lebih baik dari orang lain. Berikut adalah poin-poin utama yang disampaikan:
-
Waspada Penyakit Ghurur: Beliau menjelaskan istilah ghurur, yaitu tipu daya setan yang membuat seseorang merasa telah mencapai derajat keilmuan yang tinggi. Celakanya, perasaan ini seringkali membuat seseorang fasih bicara dalil namun ringan dalam menyakiti sesama manusia.
-
Kritik dalam QS. As-Saff Ayat 2-3: Mengutip ayat tersebut, beliau mengingatkan agar orang beriman tidak mengatakan sesuatu yang tidak mereka kerjakan. Allah sangat membenci kesenjangan antara ucapan dan perbuatan nyata.
-
Urgensi Menjaga Lisan: Berdasarkan kaidah "Tergelincirnya kaki itu lebih selamat daripada tergelincirnya lidah," pemateri menekankan bahwa lisan yang mendahului kebenaran (berbohong atau tidak konsisten) dampaknya jauh lebih berbahaya daripada salah melangkah secara fisik.
-
Menghindari Riya dan Takabbur: Jamaah diajak untuk berdoa agar dijauhkan dari sifat sombong dan tidak mudah menghakimi orang lain dari tampilan luarnya saja.
-
Langkah Nyata Lebih Utama: Sebagai penutup, beliau menegaskan bahwa satu langkah nyata dalam kebaikan jauh lebih dicintai Allah daripada seribu kata bijak yang hanya berhenti di tenggorokan.

Selamat menjalankan ibadah puasa hari ke-21.
Selasa, 10 Maret 2026 – Keluarga besar Pengadilan Agama (PA) Sibuhuan menyelenggarakan rangkaian kegiatan religius yang khidmat sebagai bentuk syukur dan penguatan tali silaturahmi di bulan suci Ramadhan. Acara yang berpusat di kantor PA Sibuhuan ini menggabungkan tradisi spiritual dengan kebersamaan seluruh aparatur. Kegiatan diawali pada sore hari dengan agenda pengambilan Foto dan Video Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah. Sesi ini dikoordinasikan oleh Plt. Kasub PTIP sebagai bagian dari persiapan menyambut hari kemenangan.

Memasuki waktu senja, acara formal dimulai dengan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Berikut adalah urutan kegiatannya, yaitu Acara dibuka secara resmi oleh Bapak Afrizal Juanda, S.H.I. selaku pembawa acara (MC). Sambutan Ketua: YM. Bainar Ritonga, S.Ag, M.H., selaku Ketua PA Sibuhuan, memberikan sambutan hangat di hadapan seluruh jamaah dan tamu undangan. Siraman Rohani: Acara inti diisi dengan tausiah mendalam sekaligus doa bersama yang dipimpin oleh Al-Ustaz Ali Pori Lubis, LC, M.A..

Kemudian dilanjutkan dengan berbuka & Sholat Maghrib: Tepat saat waktu berbuka tiba, seluruh hadirin menikmati takjil bersama yang dilanjutkan dengan Sholat Maghrib berjamaah. Makan Malam: Kebersamaan berlanjut dengan sesi makan malam bersama yang telah dipersiapkan oleh panitia. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelaksanaan sholat malam secara berjamaah untuk menjemput keberkahan Ramadhan. Sholat Isya: Dipimpin oleh Ketua BKM, YM. Muhammad Farhan Fuadi, S.H.. Sholat Tarawih: Diimami oleh YM. Rahmat Hartanto, S.H.. Bilal Tarawih: Bertugas sebagai bilal adalah Bapak Afrizal Juanda, S.H.I..
Kegiatan yang dikoordinasikan oleh Muhammad Farhan Fuadi, S.H. selaku Ketua Panitia ini berjalan dengan tertib dan lancar. Semoga melalui kegiatan ini, dedikasi dan integritas aparatur PA Sibuhuan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya ketaqwaan di bulan mulia ini.
Selasa, 10 Maret 2026 – Memasuki hari ke-20 Ramadhan 1447 H, Pengadilan Agama (PA) Sibuhuan kembali menggelar agenda rutin bintal selepas Shalat Zhuhur berjamaah. Kegiatan hari ini menghadirkan perspektif segar mengenai hakikat komunikasi seorang hamba dengan Sang Pencipta melalui ibadah doa. Rangkaian ibadah dipandu oleh Adzan & MC: Idaham Kholid Siregar, Imam Shalat: Muhammad Sarkawi, S.H.I. dan Pemateri Kultum: Hairunnisa Lubis, S.Kom.

Dalam tausiyahnya, Ibu Hairunnisa Lubis, S.Kom. menekankan bahwa doa seringkali disalahartikan sebagai "mesin ATM" yang harus mengeluarkan hasil seketika. Beliau mengajak jamaah mengubah pola pikir tersebut dengan analogi menanam benih:
-
Analogi Benih: Ada doa yang tumbuh cepat, ada yang butuh waktu lama karena buahnya banyak, dan ada pula yang diganti dengan tanaman lain yang lebih kita butuhkan.
-
Kepastian Jawaban Allah: Allah tidak pernah mengabaikan doa. Pilihannya hanya tiga: dikabulkan segera, ditunda hingga waktu yang tepat, atau diganti dengan sesuatu yang jauh lebih baik karena Allah Maha Mengetahui apa yang tidak kita ketahui.
-
Filosofi Sujud: Posisi sujud adalah momen spesial di mana kepala berada di posisi paling rendah, namun suara hamba terdengar paling tinggi di langit. Di saat itulah manusia melepaskan semua atribut jabatan dan kekayaan, mengakui kelemahan diri agar dikuatkan oleh Allah.
-
Bentuk Kefakiran: Berdoa bukan berarti "memberitahu" Allah, karena Dia sudah tahu segala sesuatu yang telah, sedang, dan akan terjadi. Berdoa adalah cara menunjukkan kefakiran (kebutuhan mutlak) kita sebagai hamba. Salah satu wujud kefakiran tersebut adalah dengan mengangkat tangan hanya kepada Allah semata.
"Jangan berhenti berdoa hanya karena belum melihat hasilnya. Seperti angin yang tak terlihat namun mampu menggerakkan kapal besar, doa pun sedang bekerja menggerakkan takdirmu di balik layar."
Selamat menjalankan ibadah puasa hari ke-20.

Senin, 9 Maret 2026 – Memasuki minggu ketiga bulan suci Ramadhan 1447 H, Pengadilan Agama (PA) Sibuhuan kembali menggelar kegiatan rutin bintal setelah Shalat Zhuhur berjamaah. Agenda hari ini berfokus pada pendalaman sejarah dan adab terhadap kitab suci Al-Qur'an. Rangkaian ibadah hari ini dipandu oleh Adzan & MC: Anwar Sadat Hasan Harahap, Imam Shalat: YM. Muhammad Farhan Fuadi, S.H. dan Pemateri Kultum: Ali Nasri Harahap, S.H.

Dalam tausiyahnya, Bapak Ali Nasri Harahap, S.H. memaparkan perjalanan turunnya Al-Qur'an hingga menjadi mushaf yang kita baca saat ini. Berikut adalah poin-poin utama yang disampaikan:
-
Momentum Nuzulul Qur'an: Beliau mengingatkan bahwa pada tanggal 17 Ramadhan, umat Islam memperingati peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira, yakni Surah Al-Alaq ayat 1-5.
-
Kaitan dengan Perang Badar: Disampaikan pula bahwa peristiwa turunnya Al-Qur'an bertepatan dengan momen besar lainnya dalam sejarah Islam, yaitu Perang Badar yang juga terjadi pada 17 Ramadhan.
-
Sejarah Kodifikasi Al-Qur'an: Pemateri menjelaskan bahwa setelah Rasulullah SAW wafat, pengumpulan ayat-ayat Al-Qur'an yang sebelumnya tersebar di pelepah kurma mulai diinisiasi, dan proses pembukuan (kodifikasi) tersebut mencapai puncaknya hingga selesai secara sempurna pada masa Khalifah Utsman bin Affan.
-
Adab dan Iman terhadap Kitabullah: Beliau menekankan bahwa beriman kepada kitab-kitab Allah merupakan bagian tak terpisahkan dari Rukun Iman (Iman kepada Allah, Malaikat, dan Kitab-kitab-Nya).
-
Larangan Menghina Mushaf: Sebagai penegasan terhadap adab, beliau menyampaikan bahwa sangat diharamkan bagi siapa pun untuk melakukan tindakan yang menghina fisik Al-Qur'an, termasuk menginjaknya, karena Al-Qur'an adalah kalam Allah yang sangat mulia.

Kegiatan ditutup dengan ajakan untuk tidak hanya menjadikan Al-Qur'an sebagai bacaan, tetapi juga sebagai pedoman hidup dalam menjalankan tugas sehari-hari di lingkungan PA Sibuhuan.
Selamat menjalankan ibadah puasa hari ke-19.
Sibuhuan, 07 Maret 2026 – Panitera Pengadilan Agama (PA) Sibuhuan menghadiri undangan kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kepolisian Resor (Polres) Padang Lawas pada Sabtu (07/03). Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan Polres Padang Lawas ini merupakan bagian dari gerakan nasional untuk memperkuat ketahanan pangan di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan serentak secara nasional dan terhubung melalui teleconference (Zoom Meeting) dengan jajaran Polri di seluruh Indonesia. Langkah ini diambil sebagai bentuk monitoring dan evaluasi langsung terhadap produktivitas lahan pangan yang dikelola oleh Polri bersama masyarakat.
Kehadiran Panitera PA Sibuhuan dalam acara ini menegaskan bahwa instansi peradilan turut mendukung penuh kebijakan strategis pemerintah, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat luas melalui ketahanan pangan. Acara ini juga menjadi ajang penguatan sinergi antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II Ekonomi Pembangunan Setdakab Padang Lawas, Drs. Marza Zeinnova, M.M, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan Para tamu undangan dan tokoh masyarakat.
Kegiatan berjalan dengan lancar dan ditutup dengan Penanaman Jagung simbolis serta foto bersama sebagai dokumentasi komitmen bersama dalam menjaga stabilitas pangan di Bumi Padang Lawas.