Sibuhuan, 19 Mei 2026 – Bertempat di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pengadilan Agama Sibuhuan, jajaran petugas PTSP, Pos Bantuan Hukum (Posbakum), Portir Sidang dan personel keamanan mengikuti kegiatan briefing pagi rutin pada Selasa (19/05/2026). Briefing kali ini dipimpin langsung oleh Hakim Pengadilan Agama Sibuhuan, Bapak Andi Permana, S.H., guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menegakkan integritas instansi.

Dalam arahannya, Bapak Andi Permana, S.H. menyampaikan lima poin penting yang harus dipedomani dan dilaksanakan oleh seluruh aparatur garis depan:
- Penerapan Budaya 5S: Seluruh petugas PTSP wajib konsisten menerapkan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) dalam melayani masyarakat pencari keadilan agar pelayanan prima (excellent service) tetap terjaga.
- Kelengkapan Berkas Posbakum: Kepada petugas Posbakum, beliau menegaskan agar lebih teliti dalam menyusun dokumen gugatan atau permohonan. Khusus untuk perkara yang berkaitan dengan kewarisan, berkas harus dilengkapi secara detail dengan identitas pewaris serta surat atau bukti penyebab kematian.
- Peningkatan Ketertiban Keamanan: Personel keamanan (security) diminta untuk memperketat pengawasan dan memperhatikan ketertiban di lingkungan kantor, khususnya di area ruang tunggu dan pelayanan, demi kenyamanan bersama.
- Verifikasi Dokumen Kuasa Hukum: Petugas pendaftaran PTSP diinstruksikan untuk selalu mengingatkan dan memastikan para Advokat/Kuasa Hukum melampirkan Berita Acara Sumpah (BAS) dan Kartu Tanda Anggota (KTA) yang masih berlaku pada saat melakukan pendaftaran perkara.

- Menjaga Integritas dan Anti-KKN: Menutup arahannya, beliau memberikan penegasan keras terkait komitmen Zona Integritas. Seluruh petugas dilarang keras bertindak sebagai "orang dalam" atau memberikan fasilitas khusus/istimewa apabila ada keluarga, kerabat, maupun kenalan yang sedang mengurus perkara di Pengadilan Agama Sibuhuan. Semua prosedur harus berjalan objektif sesuai aturan yang berlaku.
Kegiatan briefing pagi ini merupakan agenda berkala Pengadilan Agama Sibuhuan untuk menyatukan persepsi, mengevaluasi kinerja harian, serta membentengi aparatur dari tindakan yang melanggar kode etik pelayanan.
Sibuhuan, 18 Mei 2026 – Mentari pagi di halaman kantor Pengadilan Agama (PA) Sibuhuan menjadi saksi bisu semangat pembaruan seluruh aparatur dalam mengawali rutinitas pekan ini. Tepat pukul 08.00 WIB, jajaran pimpinan, hakim, pejabat struktural, fungsional, serta staf berkumpul dalam barisan yang rapi untuk melaksanakan apel pagi rutin sebagai bentuk manifestasi kedisiplinan dan kesiapan kerja.
Agenda rutin ini dipimpin langsung oleh Hakim PA Sibuhuan, Bapak Andi Permana, S.H., yang bertindak sebagai Pembina Apel. Suasana berlangsung tertib di bawah komando Wyrawan Satyadarma Daulay sebagai Komandan Apel, serta dipandu dengan apik oleh Titin Hervina Rambe, S.E. selaku pembawa acara ( MC ). Sebagai penyejuk hati sebelum memulai aktifitas kedinasan, doa yang khusyuk dipanjatkan oleh Anwar Sadat Hasan Harahap, memohon kelancaran serta keberkahan dalam melayani masyarakat.
Dalam amanatnya, Bapak Andi Permana, S.H. menyampaikan sebuah kabar menggembirakan sekaligus memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh aparatur. Beliau mengucapkan terima kasih atas sinergi dan kerja keras kolektif yang ditunjukkan seluruh tim dalam menindaklanjuti temuan Hasil Audit Pengawasan Daerah (Hatiwasda).
"Keberhasilan kita dalam melakukan tindak lanjut hingga tervalidasi sepenuhnya adalah bukti bahwa koordinasi internal kita berjalan dengan sangat baik. Ini bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, melainkan wujud nyata tanggung jawab kita terhadap perbaikan sistem peradilan,
Lebih jauh, Pembina Apel mengingatkan bahwa pencapaian tersebut jangan membuat seluruh aparatur cepat berpuas diri. Beliau menghimbau agar seluruh elemen di PA Sibuhuan tetap teguh memegang teguh tiga nilai utama:
- Integritas: Menjaga kejujuran dan marwah institusi dalam setiap tindakan.
- Kedisiplinan: Mematuhi jam kerja dan prosedur yang telah ditetapkan demi ketertiban organisasi.
- Profesionalisme: Terus mengasah kompetensi agar mampu memberikan solusi terbaik bagi masyarakat pencari keadilan.
"Tantangan ke depan akan selalu ada, namun dengan integritas yang kuat dan profesionalisme yang tinggi, saya yakin PA Sibuhuan akan terus mampu memberikan pelayanan yang prima dan berkelas,"
Apel pagi yang berlangsung dengan penuh khidmat ini diakhiri dengan barisan yang dibubarkan secara tertib, menandai dimulainya pelayanan publik yang transparan dan akuntabel di Bumi Padang Lawas.
Dalam upaya meningkatkan kapasitas profesional dan ketangguhan psikologis aparatur peradilan, pimpinan beserta seluruh jajaran Pengadilan Agama (PA) Sibuhuan mengikuti kegiatan Mental Health Awareness secara daring melalui Ruang Media Center pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Ditjen Badilag) Mahkamah Agung RI ini mengangkat tema "Resiliensi Hakim dan Aparatur Peradilan Agama dalam Menghadapi Tekanan Psikologis dan Kompleksitas Perkara". Acara ini menghadirkan narasumber ternama, Prof. Dr. (HC) Ary Ginanjar Agustian (CEO ESQ Corp).

Acara dimulai tepat pukul 09.00 WIB yang dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne Mahkamah Agung. Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., menekankan pentingnya psychological resilience (ketangguhan mental) bagi para hakim dan aparatur dalam menjalankan tugas di tengah kompleksitas perkara yang kian dinamis.
Sesi utama atau Masterclass Session oleh Ary Ginanjar memaparkan strategi mengelola tekanan psikologis agar setiap aparatur tetap mampu memberikan pelayanan prima dan menjaga integritas. Seluruh peserta dari PA Sibuhuan tampak antusias mengikuti pemaparan dan sesi tanya jawab interaktif yang dipandu oleh moderator.

Melalui kegiatan ini, diharapkan aparatur PA Sibuhuan dapat mengimplementasikan nilai-nilai resiliensi dalam bekerja, sehingga kesehatan mental tetap terjaga demi mewujudkan pelayanan hukum yang berkeadilan bagi masyarakat pencari keadilan di Kabupaten Padang Lawas.
Selasa, 12 Mei 2026, sinar matahari pagi yang masuk ke celah jendela Ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pengadilan Agama Sibuhuan terasa berbeda dari biasanya. Di ruangan yang menjadi saksi bisu perjuangan masyarakat mencari keadilan ini, berkumpul seluruh wajah garda terdepan—mulai dari petugas keamanan yang sigap, petugas PTSP yang ramah, tim Posbakum, petugas portir sidang, hingga petugas kebersihan yang memastikan kenyamanan gedung.

Di tengah mereka, hadir sosok pemimpin, Ibu Bainar Ritonga, S.Ag., M.H., Ketua PA Sibuhuan. Briefing pagi itu bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah simfoni pesan terakhir yang sarat akan makna dan kejujuran.
Dengan suara yang tegas namun teduh, Ibu Bainar menekankan bahwa menjadi wajah pengadilan adalah memikul tanggung jawab moral yang besar. Beliau mengingatkan agar seluruh petugas menjauhi penyakit birokrasi yang disebutnya sebagai 3K:
- Kasar: "Pencari keadilan datang dengan beban di pundak mereka. Jangan tambah beban itu dengan ketidaksantunan," tegasnya. Beliau meminta agar keramahan 5S dan kerapihan 5R bukan hanya sekadar slogan di dinding, tapi napas dalam bekerja.
- Kasir: Sebuah istilah metaforis yang beliau gunakan untuk mengingatkan agar tidak ada satu pun petugas yang berubah fungsi menjadi "kasir ilegal" atau melakukan pungutan liar. Integritas adalah harga mati; tidak ada ruang bagi pungli di bawah langit PA Sibuhuan.

Beliau menyapa satu per satu elemen timnya dengan detail yang menunjukkan perhatian mendalam
Kepada Posbakum, beliau berpesan agar dokumen hukum seperti NIK dan detail keberadaan anak dalam gugatan diperhatikan dengan sangat teliti. "Kualitas dokumen adalah kualitas keadilan itu sendiri," pesannya.
- Kepada Petugas Portir Sidang, ketelitian data saksi menjadi sorotan agar persidangan berjalan tanpa hambatan teknis.
- Kepada Petugas Kebersihan, beliau memberikan apresiasi sekaligus pengingat bahwa kebersihan adalah bagian dari pelayanan yang memuliakan tamu.
- Petugas PTSP: Diminta untuk tetap menjadi benteng integritas dalam melayani setiap Pencari Keadilan.

Tugas baru telah menanti di tempat yang berbeda. Dengan kerendahan hati yang luar biasa, beliau menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh staf. "Jika dalam arahan-arahan saya selama ini ada kata yang terlalu tajam atau sikap yang kurang berkenan, Briefing pagi pun ditutup dengan suasana khidmat. Meskipun akan segera berpindah tugas, pesan tentang integritas dan pelayanan tanpa pamrih yang beliau tanamkan di Ruang PTSP, Pagi itu tampaknya akan terus tumbuh dan mengakar di hati setiap petugas garda terdepan PA Sibuhuan.
SIBUHUAN – Suasana khidmat menyelimuti halaman Kantor Pengadilan Agama (PA) Sibuhuan pada Senin pagi (11/05/2026). Apel pagi rutin yang digelar tepat pukul 08.00 WIB kali ini terasa berbeda karena menjadi momen perpisahan bagi Ketua PA Sibuhuan, Bainar Ritonga, S.Ag., M.H., yang akan segera berpindah tugas ke satuan kerja yang baru.
segera berpindah tugas ke satuan kerja yang baru.
Dalam pelaksanaan apel tersebut, bertindak sebagai Komandan Apel adalah Ahmad Sukry Hasibuan, dengan Fitriyani Nasution sebagai pembawa acara (MC). Sementara itu, pembacaan doa yang berlangsung khusyuk dipimpin oleh Muhammad Riadi Hasibuan.
Dalam amanat terakhirnya sebagai Pembina Apel, Ibu Bainar Ritonga, S.Ag.M.H. menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh aparatur PA Sibuhuan. Beliau mengapresiasi atensi dan kedisiplinan yang telah ditunjukkan oleh seluruh pegawai selama masa kepemimpinannya.
"Terima kasih atas dedikasi dan kerja sama seluruh aparatur. Saya menghimbau agar integritas tetap dijaga dengan teguh, karena itulah pondasi utama kita dalam memberikan pelayanan hukum," tegas beliau di hadapan peserta apel.
Meski akan segera meninggalkan PA Sibuhuan, Ibu Bainar Ritonga, S.Ag.M.H. memberikan motivasi agar prestasi kerja tidak menurun. Beliau menyoroti keberhasilan kinerja pada Triwulan I dan II, serta berharap agar seluruh jajaran terus memacu semangat demi hasil yang lebih baik pada Triwulan III mendatang.
Secara khusus, Pembina Apel juga memberikan arahan kepada petugas keamanan (Satpam) untuk tetap konsisten melaksanakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sesuai aturan yang berlaku serta senantiasa menjaga kedisiplinan di lingkungan kantor PA Sibuhan.
Menutup arahannya, dengan nada rendah hati, Ibu Bainar Ritonga, S.Ag.M.H. menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar PA Sibuhuan.
"Apabila selama saya memimpin dan memberikan pembinaan terdapat kata-kata atau tindakan yang kurang berkenan, secara pribadi saya memohon maaf yang sebesar-besarnya,
Apel pagi berakhir dengan tertib dan dilanjutkan dengan sesi bersalam-salaman sebagai simbol silaturahmi yang erat sebelum beliau melangkah ke tempat tugas yang baru.