Puasa Ajarkan Anti Korupsi
Oleh: Putra Tondi Martu Hasibuan, S.H.I., M.H.
“Inequality fosters corruption and corruption leads to more inequality- ketidaksetaraan menumbuhkan korupsi, dan korupsi melahirkan ketimpangan”. Eric M. Uslaner dalam Debate of Corruption and Integrity).
Ketimpangan merupakan anak kandung yang lahir dari rahim korupsi. Dampaknya begitu masif menjalar ke seluruh lini tanpa terkecuali. Sehingga, menjadi sebuah aksioma bahwa korupsi merupakan bencana kehidupan. Bencana yang akan terus menghadirkan kepiluan. Tak ada kata puas jika telah candu menyelaminya.
Laku korup merupakan perbuatan amoral, dimana sikap hipokrit dan rakus mengendap dalam diri. Demoralisasi akan terus berlanjut tanpa mengenal waktu dan usia jika tidak segera ditemukan resep dan penawarnya. Karena laku korup merupakan masalah moral, maka pendekatan yang dilakukan untuk memupusnya adalah dengan kesadaran diri. Menemukan kesadaran diri yang hakiki guna kembali pada pribadi yang bermoral, menjadi salah satu nilai yang terkandung dalam ibadah puasa.
Selengkapnya KLIK DISINI
