“Ma laa yudroku kulluhu, laa yutroku kulluhu”, jika tidak berhasil mengambil semua, jangan pula tinggalkan semuanya. Kaidah fiqhiyyah tersebut cukup merepresentasikan hasil mediasi dalam perkara cerai talak dengan register perkara Nomor 334/Pdt.G/2021/PA.Sbh.

Bainar Ritonga, S.Ag., M.H. selaku mediator hakim yang juga Wakil Ketua Pengadilan Agama Sibuhuan duduk di antara Pemohon dan Termohon. Kelihaiannya mencari titik temu perdamaian di tengah sengketa antara para pihak kembali membuahkan hasil.

A OK

Sekalipun keberlangsungan rumah tangga Pemohon dan Termohon tidak dapat dipertahankan, namun hak-hak Termohon akibat cerai talak dapat disepakati bersama. Hal ini begitu penting, agar jika memang terjadi perceraian, keduanya berpisah dengan cara yang baik.

Keberhasilan mediasi ini menambah daftar panjang perkara yang berujung pada perdamaian. Semoga, akan semakin banyak perkara yang berhasil selesai lewat jalur mediasi di PA Sibuhuan.