maklumatpelayanan ok

Sita Jaminan

  1. Sita jaminan dilakukan atas perintah Hakim / Ketua Majelis atas permintaan Pemohon sita sebelum atau selama peroses pemeriksaan
  2. Ada 2 (dua) macam sita
    1. Sita jaminan terhadap barang milik Tergugat (Conservatoir beslaag) yaitu menyita barang bergerak dan tidak bergerak milik Tergugat untuk menjamin agar putusan tidak illusoir (hampa).
    2. Sita jaminan terhadap barang bergerak milik Penggugat (revindicatoir beslaag) yaitu menyita barang bergerak milik Penggugat yang dikuasai oleh Tergugat. (Pasal 226 dan 227 HIR / Pasal 260 dan 261 RBg).
  3. Jika permohonan sita diajukan bersama-sama dalam surat gugatan, maka Majelis Hakim mempelajari gugatan tersebut dengan seksama apakah permohonan sita yang diajukan itu beralasan atau tidak, sudah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku atau tidak, dan apakah ada hubungan hukum dengan perkara yang sedang diajukan oleh Penggugat kepada Pengadilan.
  4. Jika ketentuan tersebut di atas sudah terpenuhi, maka Majelis Hakim yang memeriksa perkara tersebut dapat menempuh salah satu dari 3 (tiga) alternatif sebagai berikut:
    1. Secara langsung mengeluarkan penetapan yang berisi mengabulkan permohonan sita tersebut tanpa dilaksanakan sidang insidentil lebih dahulu. Perintah sita ini disertai dengan penetapan hari sidang dan memerintahkan para pihak yang berperkara untuk menghadap sidang sebagaimana yang telah ditentukan; atau
    2. Apabila permintaan situ itu tidak beralasan, maka Majelis Hakim membuat penetapan hari sidang sekaligus berisi penolakan permohonan sita. Ketentuan ini juga tidak perlu diadakan sidang insidentil; atau
    3. Mejelis membuat penetapan hari sidang sekaligus berisi penangguhan permohonan sita. Terhadap ketentuan ini diperlukan sidang insidentil lebih dahulu dan harus dibuat putusan 
  1. Jika permohonan sita diajukan secara terpisah dari pokok perkara, maka ada dua kemungkinan yang akan terjadi, yaitu :
    1. Diajukan tertulis yang terpisah dari surat gugat, biasanya dalam pemeriksaan persidangan pengadilan atau selama putusan belum mempunyai kekuatan hukum
    2. Diajukan secara lisan dalam persidangan pengadilan. Apabila permohonan sita diajukan dalam bentuk tertulis pada saat berlangsungnya pemeriksaan perkara, maka Majelis Hakim menunda persidangan dan memerintahkan Penggugat untuk mendaftarkan permohonan sita di kepaniteraan (meja satu). Apabila permohonan sita diajukan dalam bentuk lisan, Majelis Hakim membuat catatan permohonan sita tersebut dan memerintahkan Panitera untuk mencatatnya dalam berita acara sidang, setelah itu sidang ditunda dan memerintahkan Penggugat mendaftarkan permohonan sita tersebut di kepaniteraan (meja satu). Terhadap hal ini diadakan sidang insidentil untuk menetapkan sita dan dibuat putusan sela.  
  1. Penyitaan dilaksanakan oleh panitera Pengadilan Agama / Jurusita dengan dua orang pegawai Pengadilan sebagai
  2. Sebelum menetapkan permohonan sita jaminan Ketua Pengadilan / Majelis wajib terlebih dahulu mendengar pihak Tergugat.
  3. Dalam mengabulkan permohonan sita jaminan, Hakim wajib memperhatikan :
    1. Penyitaan hanya dilakukan terhadap barang milik Tergugat (atau dalam hal sita revindicatoir terhadap barang bergerak tertentu milik Penggugat yang ada di tangan Tergugat yang dimaksud dalam surat gugat), setelah terlebih dahulu mendengar keterangan pihak Tergugat (lihat Pasal 227 ayat 1 (2) HIR / Pasal 261 ayat (2) RBg).
    2. Jika yang disita adalah sebidang tanah, dengan atau tanpa rumah, maka berita acara penyitaan harus didaftarkan sesuai ketentuan dalam Pasal 227 (3) jo Pasl 198 dan Pasal 199 HIR atau Pasal 261 jo Pasal 213 dan Pasal 214 RBg.
    3. Dalam hal tanah yang disita sudah terdaftar / bersertifikat, penyitaan harus didaftarkan di Badan Pertanahan Nasional. Dan dalam hal tanah yang disita belum terdaftar / belum bersertifikat, penyitaan harus didaftarkan di Kelurahan.
    4. Barang yang disita ini, meskipun jelas adalah milik Penggugat yang disita dengan sita revindicatoir, harus tetap dipegang / dikuasai oleh Tersita. Barang yang disita tidak dapat dititipkan kepada lurah atau kepada Penggugat atau membawa barang itu untuk disimpan di gedung Pengadilan Agama.
    5. Jika barang yang disita berupa barang yang habis dipakai, maka dapat dipindahkan dari tempat Tersita ke gedung Pengadilan Agama, akan tetapi pengawasannya tetap pada Tersita.
  4. Apabila telah dilakukan sita jaminan dan kemudian tercapai perdamaian atau gugatan ditolak/tidak diterima, maka sita jaminan harus

PENGADILAN AGAMA SIBUHUAN

Jalan Sultan Hasanuddin Nomor 4 Pasar Sibuhuan Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas Provinsi Sumatera Utara Kode Pos 22763

INFO KONTAK

TELEPON KANTOR : 0636 7021772
SMS PERKARA : 0823 6192 4445
e-Mail Operasional : pa-sibuhuan2018@gmail.com
e-Mail Dokumen : dokumen.pasbh@gmail.com
e-Mail Ecourt : pa.sibuhuan@gmail.com
e-Mail Berita : berita@pa-sibuhuan.go.id
e-Mail Pelayanan   pelayanan@pa-sibuhuan.go.id

 

LOKASI KANTOR